Tampilkan postingan dengan label Tahukah Anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahukah Anda. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2012

Menggugat Peringatan Hari Kartini (repost)


April 19, 2012
oleh: Zainal Arifin, S.Pd

 BERLEBIHAN rasanya bila sekilas membaca judul tulisan ini, namun itulah fakta yang semestinya ada apabila kita ingin dikatakan sebagai bangsa yang menjunjung nilai-nilai perjuangan. Seperti diketahui, tiap bulan April,  kelahiran R.A. Kartini (21 April) diperingati secara nasional,  sementara banyak pahlawan wanita yang tidak kalah sumbangsih perjuangannya dalam melawan penjajah dilupakan bahkan tidak dikenal oleh generasi bangsa sekarang ini.

Sejauh mana peran Kartini dalam mengusir penjajah? Sebandingkah dengan perjuangan Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah yang terjun langsung ikut berperang melawan penjajahan di Aceh?

Coba telusuri sosok Martha Christina Tiahahu yang gigih berjuang bersama Pattimura di Maluku, untuk mengusir pendudukan pasukan Kape (Belanda). Apabila dibandingkan dengan perjuangan Kartini yang hanya sebatas perjuangan lewat tulisan, tentu tidak sebanding dengan perjuangan Martha Christina Tiahahu yang terjun di medan pertempuran. Kodratnya sebagai perempuan tidak menyurutkan semangat juang dalam melawan tentara Kolonial meskipun dilengkapi persenjataan canggih. Namun apa yang kita ketahui saat ini tentang Martha Christina Tiahahu, sangat mungkin generasi sekarang tidak banyak yang mengenal kepahlawanannya.

Senin, 19 Maret 2012

TAHUKAH ANDA


BATUK BERNILAI 1200 NYAWA

Napoleon Bonaparte, saat berperang di Timur Tengah tahun 1799 bermaksud akan melepaskan 1200 tentara Turki yang berhasil ditawan Perancis, ketika Perancis berhasil merebut Jaffa. Saat itu Napoleon sedang terserang influenza. Saat menginspeksi pasukan, Napoleon terserang batuk berat, ia mengatakan "Ma sacre toux" ("Batuk sialan"). Perwira pendamping Napoleon merasa sang jenderal mengatakan "Massacrez Tous" ("Bunuh Semua"). Akibatnya, seluruh 1200 orang tawanan Turki itu dibunuh. Hanya karena batuk sang jenderal...



HUKUMAN PALING ANEH...

Pada masanya, Shamyl (1797-1871) adalah pemimpin kaum Kaukasus dalam perjuangan mereka melawan orang Russia. Sedemikian berat perjuangan mereka, hingga ibunda sang pemimpin menyarankan agar Shamyl mengundurkan diri dari kepemimpinannya. Anjuran ini dianggap melecehkan kewibawaan sang pemimpin. Shamyl menghukum ibunya dengan hukuman cambuk 100 kali karena telah memintanya mengundurkan diri.
Memang sulit menggabungkan diri sebagai pemimpin yang baik dan anak yang berbakti. Tetapi Shamyl melakukan hal itu. Saat hukuman cambuk akan dilaksanakan, ia mengajukan dirinya sendiri sebagai ganti ibunya dalam menerima hukuman cambuk. Hukuman tetap dilaksanakan...

Jumat, 16 Maret 2012

Kembaran

Raja Umberto I (1844-1900) dari Italia, memiliki seorang "kembaran" bernama Umberto Santini. Saya sebut "kembaran" - karena sekalipun berasal dari orang tua berbeda - tetapi keduanya memiliki ciri-ciri yang bahkan jauh melampaui kesamaan